Seperti yang kita semua tahu, bumi berputar pada porosnya, sehingga kita mengalami siang dan malam. Lalu apa yang akan terjadi jika bumi tiba-tiba berhenti berputar? Ingat, hal ini tidak akan mungkin terjadi. Bumi hanya akan melambat dan melambat dan kemudian berhenti pada beberapa milyar tahun kedepan, jadi jangan khawatir...
Kekacauan Navigasi Pesawat
Satelit
ikut berputar di atas bumi menyesuaikan dengan waktu di darat.
Perlambatan rotasi bumi menyebabkan satelit keliru memposisikan pesawat,
dan pesawat akan mendarat di tempat yang tidak seharusnya.
Dengan kata lain, akan terjadi banyak kecelakaan pesawat terbang. Penerbangan hanya digunakan untuk yang penting-penting saja. Penumpang dipaksa mencari alternatif transportasi. Akibatnya, kereta api, kapal laut, dan bus penuh sesak.
Pertambahan durasi hari
Perlambatan rotasi bumi menyebabkan perpanjangan hari. 1 hari bukan 24 jam lagi, tapi akan bertambah menjadi 28 jam setelah 5 bulan. Jam sudah tidak bisa diandalkan lagi. Bumi Akan Berbentuk Bola yang Nyaris Sempurna
Sekilas
mungkin akan ini adalah hal yang kecil dibandingkan dengan bencana
lain, tetapi bumi akan menjadi bola hampir sempurna. Bumi saat ini
berputar pada porosnya, menyelesaikan satu putaran kira-kira setiap 24
jam. Kecepatan rotasi ini menyebabkan bumi menonjol keluar di sekitar
khatulistiwa, mengubah bentuk planet kita menjadi oblate spheroid (bola
gepeng). Jika bumi tidak berotasi, gravitasi akan mampu membentuk Bumi
menjadi bola yang hampir sempurna. Hal ini kesannya baik dan tidak
berbahaya, Tapi sebenarnya ini menimbulkan masalah besar. Karena
tonjolan bumi di tengah, lautan mengulur di khatulistiwa sejauh 8 km.
Jika bumi berubah bentuk menjadi bola, lautan di dunia akan ter
redistribusikan, membanjiri banyak wilayah di planet ini dengan volume
besar air. Kita akan berakhir dengan sebuah benua tunggal di sekitar
pertengahan planet ini, dengan lautan mengelilingi kutub utara dan kutub
selatan.
Banjir dan Kekeringan Kalau
rotasi melambat, laut akan mengalir ke kedua kutub yang menyebabkan
banjir di Eropa dan surut di khatulistiwa termasuk Indonesia. Naiknya Tekanan Udara
Bukan
cuma laut, udara bakal mengalir ke khatulistiwa dan menyebabkan naiknya
tekanan udara. Paru-paru kita di Indonesia bisa pecah menghirup udara
seperti itu. Sebaliknya, di belahan bumi utara dan selatan sudah seperti
tinggal di gunung, udaranya tipis. Anak-anak dan orang tua akan merasa
tersiksa.
Terganggunya Kehidupan Flora & Fauna
Hewan
yang bermigrasi akan kebingungan dengan hari yang terus bertambah
panjang dan akhirnya mati kepanasan atau kedinginan. Tanaman juga
tersiksa dengan terik matahari yang lebih panjang dari pada biasanya dan
juga oleh dinginnya malam yang panjang. Aktivitas Geologi Bertambah Ekstrim
Gempa bumi dan gunung meletus di lokasi yang biasanya aman. Penyebabnya adalah gesekan yang timbul oleh lapisan-lapisan bumi yang perlambatannya berbeda-beda
Bumi Takkan Terlindungi dari Radiasi-Radiasi yang Berbahaya bagi Kehidupan
Jika
Bumi berhenti berputar, tidak akan ada lagi medan magnet bumi, karena
rotasi bumilah yang memutar inti logam cair bumi dan menghasilkan medan
magnet. Akibatnya, tidak akan ada lagi Aurora dan sabuk radiasi Van
Allen yang melindungi kita dari sinar kosmik dan partikel berenergi
tinggi lainnya, akan lenyap. Hal seperti ini akan menghancurkan
Kehidupan di planet Bumi secara signifikan.
1 Hari = 13 Hari Normal
Setelah melewati masa 4 tahun, 1 hari menjadi sama dengan 13 hari normal. Semua manusia mengalami jet lag permanen, tidak bisa tidur karena masih terang. Eropa, Amerika selatan, dan Afrika bagian selatan akhirnya tenggelam total. Munculnya Benua Baru
Di khatulistiwa, muncul benua baru dari surutnya laut. Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terhubung oleh dangkalan Sunda, sedangkan Papua dan Australia terhubung oleh dangkalan Sahul. Orang-orang berbondong-bondong pindah ke tanah baru yang tidak banjir dan masih bisa bernafas lega. Kapal laut kandas ke dasar laut yang kering
Cuaca Menjadi Sangat Ekstrim.
Karena sinar matahari berlangsung lama, maka badai bisa berlangsung berminggu-minggu lamanya.
Hancurnya Populasi Manusia
Jumlah
manusia yang tewas mencapai 6 miliar orang (hampir semuanya). Mungkin
ada sedikit orang yang pindah ke daerah yang tidak kebanjiran dan
tekanan udaranya nyaman. Kutub bakalan malam sepanjang tahun. Banyak
juga tanaman dan hewan yang punah. Sehari Akan Berlangsung Selama 365 Hari Masalah
berikutnya adalah siang dan malam tidak akan sama lagi. Saat Bumi
berputar pada porosnya, Matahari kembali ke posisi yang sama setiap 24
jam. Tetapi jika Bumi berhenti berputar, maka akan butuh waktu 365 hari
bagi Matahari untuk 'bergerak di langit' dan kembali ke posisi yang
sama. Tidak hanya itu, arah gerak matahari dilangit tidak lagi dari
timur ke barat, tetapi dari barat ke timur. Setengah dari Bumi akan
terpanggang sinarnya selama setengah tahun, disaat belahan bumi yang
lain berada dalam kegelapan. Bumi akan sangat panas di sisi terangnya
dan sangat dingin di sisi gelap. Peristiwa semacam ini jelas akan
menghancurkan tumbuhan dan hewan. Dan di kutub-kutub bumi, hanya akan
mengalami malam selama seminggu penuh dan kemudian siang juga selama
seminggu penuh, demikian seterusnya. Syukurnya, hingga saat ini bumi masih sedikit bersahabat kepada kita
walaupun kita telah membuat kerusakan di sekelilingnya. Tapi simulasi
ini memberitahukan bahwa rotasi bumi bukan hanya untuk siang dan malam
saja, tapi ternyata sangat banyak kontribusinya untuk berlangsungnya
kehidupan di planet ini.
by: http://keepo.me/berita-nyeleneh-channel/8-fenomena-yang-akan-terjadi-jika-bumi-berhenti-berputar& http://www.apakabardunia.com/2014/06/hal-hal-yang-terjadi-jika-bumi-berhenti.html
Dengan kata lain, akan terjadi banyak kecelakaan pesawat terbang. Penerbangan hanya digunakan untuk yang penting-penting saja. Penumpang dipaksa mencari alternatif transportasi. Akibatnya, kereta api, kapal laut, dan bus penuh sesak.
Perlambatan rotasi bumi menyebabkan perpanjangan hari. 1 hari bukan 24 jam lagi, tapi akan bertambah menjadi 28 jam setelah 5 bulan. Jam sudah tidak bisa diandalkan lagi.
Gempa bumi dan gunung meletus di lokasi yang biasanya aman. Penyebabnya adalah gesekan yang timbul oleh lapisan-lapisan bumi yang perlambatannya berbeda-beda
Setelah melewati masa 4 tahun, 1 hari menjadi sama dengan 13 hari normal. Semua manusia mengalami jet lag permanen, tidak bisa tidur karena masih terang. Eropa, Amerika selatan, dan Afrika bagian selatan akhirnya tenggelam total.
Di khatulistiwa, muncul benua baru dari surutnya laut. Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terhubung oleh dangkalan Sunda, sedangkan Papua dan Australia terhubung oleh dangkalan Sahul. Orang-orang berbondong-bondong pindah ke tanah baru yang tidak banjir dan masih bisa bernafas lega. Kapal laut kandas ke dasar laut yang kering
Karena sinar matahari berlangsung lama, maka badai bisa berlangsung berminggu-minggu lamanya.
by: http://keepo.me/berita-nyeleneh-channel/8-fenomena-yang-akan-terjadi-jika-bumi-berhenti-berputar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar