Minggu, 22 Februari 2015

Teka-Teki 10 (Lateral/Irasional)

Berfikir lateral itu tidak asal berfikir, terkesan konyol, ketemu ide baru tapi benar.
  1. Sonta ingin merayakan ulang tahun di kota kelahirannya, dan Michi juga ingin merayakan ulang tahun di tempat yang sama tapi di bulan yang berbeda padahal mereka berdua kembar. Bisa jelaskan?
  2. Ada anak sedang membaca buku setebal 35 halaman. Pada saat ia membuka halaman 4, tidak ada halaman 5 di baliknya. Buku itu dan halamannya tidak sobek atau salah cetak. Tapi kemanahalaman 5?
  3. Seorang kakek dan cucunya memesan minuman. Belum sempat si kakek minum, tiba-tiba pandangannya gelap, tapi pandangan cucunya baik-baik saja. Penglihatan kakek sebenarnya masih normal. Apa yang terjadi pada mereka?
  4. Untuk merayakan ulang tahun anaknya yang tinggal di Bogor, Nyonya Lowe yang tinggal di Jakarta, ingin membuat kejutan dengan membuat kue ulang tahun yang besar di rumahnya. Tapi kue itu mudah hancur. Jika dibawa ke Bogor dengan kendaraan, maka kue itu bisa berantakan. Dengan cara supaya kue tetap utuh dan ulang tahun tetap dirayakan?
  5. Seorang nasabah sedang membayar premi kepada seorang sales di kantor asuransi. Sesaat mereka yakin mencium bau jengkol. Tidak ada masakan maupun yang memasak jengkol, mereka berdua tidak pernah menyentuh apalagi mengkonsumsi jengkol. Baunya memang tidak tajam, tapi keduanya penasaran dari mana asal bau jengkol tersebut. Ada yang tau dari mana?
  6. Gara-gara seekor kuda meninggalkan prajurit, kuda yang lain tewas. Ada apa gerangan?
  7. Ano kaget mendapati seekor buaya di bawah mobilnya yang sedang diparkir di pinggir jalan. Di sekitar jalan tidak ada sungai atau rawa dan tidak satu orang pun yang memeliharanya. Kenapa tiba-tiba ada buaya
Dijawab yaa, gampang-gampang kok ^^
Baca Selengkapnya

Bisakah Berbisnis Tanpa Modal?

Hal klasik yang sering menjadi batu sandungan seseorang dalam memulai sebuah usaha ataupun memiliki bisnis adalah modal, alias tidak punya uang. Apakah Anda sependapat dengan pernyataan tersebut?

Petualangan saya dalam dunia bisnis dimulai dari pembelian sebuah baterai handphone di daerah Jakarta Barat sekitar 10 tahun yang lalu. Dikarenakan baterai ponsel sejuta umat saya sudah mulai bermasalah, saya membeli sebuah baterai pengganti yang harganya ternyata hanya 17,5 persen dari harga di counter resmi.

Berangkat dari itu, saya mencoba membuka iklan untuk menjual baterai seharga 40 persen lebih murah dari harga counter itu di salah satu forum ponsel terbesar di internet. Ternyata laris manis. Dalam sehari, saya bisa menjual lebih dari 10 baterai, dari Jakarta hingga ke pelosok Indonesia.

Pertanyaan terbesarnya, apakah saya membeli baterai tersebut di distributor terlebih dahulu, lalu menunggu pesanan datang, baru saya kirimkan? Apakah saya menyetok baterai?

Hmmmm… saya justru melakukan kebalikannya. Saya mengumpulkan semua pesanan, menunggu pembayaran hingga jam 5 sore, pergi ke distributor baterai tersebut, setelah itu barulah saya membeli dan mengirimkannya ke alamat pembeli melalui jasa pengiriman barang.

Itulah sepenggal cerita saya memasuki dunia bisnis semasa saya kuliah semester awal, 10 tahun yang lalu. Singkat cerita, hal tersebut terus berlanjut, dan kalau Anda melihat keuntungan saya yang melebihi 100 persen dengan tidak menggunakan stok barang, ini memang relatif mudah.

Seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa tidak hanya online shopping saja, bisnis yang dapat dilakukan tanpa modal, tapi semua aspek bisnis juga pasti ada celahnya. Menarik bukan?

Baiklah, apa yang perlu kita miliki pertama kali, atau apa yang harus kita kuasai? 

So simple, semua harus berawal dari ide. Ide tersebut lalu harus ditindaklanjuti dan ditambahkan resep menjual yang paling penting, yaitu sebuah nilai tambah.

Coba ingat-ingat cerita saya tadi. Ide dasarnya adalah menjual baterai, lalu apa nilai tambahnya? Lebih murah dari harga pasar dan dikirim ke tempat. Cukup dua nilai tambah saja dapat membuat penjualan saya laris manis. 

Saat ini bisnis online pun mungkin telah memiliki sebuah istilah sendiri untuk strategi bisnis yang dapat dilaksanakan tanpa modal, sesuatu yang dikenal dengan istilah drop shipping. Bahkan, drop shipping dapat dilakukan dari mana saja dan bukan tidak mungkin menjual produk China ke Amerika Serikat, meski Anda sebagai penjual sedang berada di Indonesia. Wow sekali bukan?

Tidak harus online, dalam dunia nyata pun ada banyak sekali ide bisnis bermodal dengkul yang bisa Anda lakukan. Harus saya kasih contekan?

Baiklah saya ceritakan. Salah seorang murid saya mengambil sebuah master dealer dari agen penjualan pulsa elektrik, lalu menawarkan ke 30 warung di sekitar rumahnya untuk mengambil akses pulsa melalui dia. 

Dari setiap transaksi, murid saya hanya mengambil Rp 100. Yes, betul, cepek doang! Dalam satu hari, ada sekitar 10–15 transaksi di setiap warung, jadi Andah itung sendiri 10 x 30 warung x Rp100 x 30 hari sama dengan berapa. 

Hasilnya mungkin terlihat kecil. Tapi bayangkan bila hal ini dilakukan oleh anak SMU! Dari artikel ini saya ingin menyampaikan sebuah hal kecil, bahwa berbisnis tanpa modal memang ada, tapi bila ingin berbisnis tanpa modal dan tanpa mau berpikir dan mencoba, rasanya itu yang belum ada.

Jadi, sudah adakah idenya? Pastikan ide Anda memiliki nilai tambah, lalu cobalah dan teruslah lakukan pengembangan dan modifikasi, sehingga ide tersebut bisa menjadi lebih baik. Selamat berdengkul ria....
Baca Selengkapnya →Bisakah Berbisnis Tanpa Modal?

7 Risiko Membangun Profesi Baru

Dalam hidup, semuanya ada risiko. Tidak ada satu hal pun yang tidak berisiko sama sekali. Bahkan, saat menyeberang jalan di depan rumah untuk beli mi instan di warung seberang pun, juga ada risikonya sendiri. Dalam waktu singkat itu, ada saja risiko dan bahaya, dari tersenggol motorlah, tersandung kerikil, sampai malah kejatuhan dahan pohon segala.

Mau duduk diam seharian biar aman? Ada risikonya juga! Risiko badan sakit-sakit karena kurang olahraga dan perut keroncongan karena lapar. 

Jadi, hidup itu memang bukan tentang menghindari risiko sama sekali, melainkan tentang mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko, meminimalisasinya bila mungkin, dan mempersiapkan diri untuk memperbaiki kondisi setelah risiko itu terjadi.

Nah, ketika kita mencoba untuk membangun profesi, karier, atau bisnis yang "gue banget", risiko juga ada. Sering kali, risiko yang ada bisa lebih besar dibandingkan dengan profesi dan pekerjaan konvensional yang konon lebih aman.

Namun, tentu, jika Anda mau sukses sebagai passionpreneur, Anda harus siap menghadapi beberapa risiko yang akan datang menghadang yang sayangnya harus dihadapi semua orang yang mau membangun profesi baru, khususnya untuk mereka di jalur profesional mandiri dan bisnis. (baca: Tiga Jalan Kaya Seorang Passionpreneur)

Risiko-risiko tersebut itu adalah sebagai berikut.

1. Menghadapi hal negatif dari keluarga dan lingkungan

Bacalah semua kisah orang yang membangun profesi atau bisnis sesuai passion-nya. Anda akan mendapatkan fakta bahwa lebih dari 70 persen langkah orang-orang ini, pada awalnya, tidak didukung oleh keluarga, teman, atau lingkungan terdekatnya. Bukan karena orang terdekat kita ini tidak mau kita sukses, melainkan karena mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang memberi makna dalam hidup dan mereka takut kita gagal. Saat Anda memulai profesi baru yang "tidak biasa", bersiaplah menghadapi hilangnya dukungan dari orang terdekat Anda.

2. Hilangnya kestabilan dan kejelasan pendapatan
Khususnya untuk mereka yang mau membangun profesi di jalur profesional dan bisnis, bersiaplah untuk kehilangan kejelasan dan kepastian pendapatan finansial. Anda menukar gaji rutin dengan potensi yang jauh lebih besar, tetapi juga lebih tidak pasti waktu dan jumlahnya.

3. Melakukan investasi dana pribadi
Namanya memulai usaha baru, Anda harus bersiap melakukan investasi dana pribadi untuk tujuan apa pun. Mungkin untuk pengembangan produk, mungkin untuk pengembangan skill diri, atau mungkin untuk promosi. Apa Anda siap?

4. Melakukan investasi waktu
Kebebasan waktu. Artinya, Andalah yang menentukan kapan Anda mau bekerja dan kapan Anda mau beristirahat. Namun, pada awal- awal pengembangan profesi dan bisnis baru Anda ini, Anda akan menemukan bahwa Anda justru lebih banyak memakai waktu untuk bekerja. Tidak ada lagi 9-5, mungkin malah akan jadi 9-9-9. Namun, kalau Anda enjoy, ini tentu tidak akan jadi masalah kan? Makanya, pilihlah profesi sesuai passion Anda.

5. Tanggung jawab penuh
Apa pun yang terjadi sekarang, Andalah yang bertanggung jawab penuh. Anda tidak lagi bisa mengoper situasi pada atasan atau menyalahkan anggota tim yang lain. Anda akan belajar bahwa mengambil tanggung jawab penuh ternyata jauh lebih baik.

6. Salah riset dan teori dengan fakta lapangan
Bagaimana kalau ternyata dugaan dan persiapan Anda salah? Kemungkinan ini memang akan terjadi. Apa yang Anda siapkan di belakang meja dan di bangku sekolah sering kali berbeda dengan fakta di lapangannya. Persiapkan diri Anda untuk ini dan jadilah orang yang dinamis dan penuh rencana cadangan!

7. Tidak ada yang pasti, alias dagdigdug
Setiap kali ada yang curhat kepada saya dan bilang, "Coach, saya sih mau banget mulai bisnis, tapi saya ragu terus, saya ga yakin bisa berhasil, gimana kalau ini nggak pasti jalan?" Saya selalu jawab, "Memang ga akan yakin dan nggak akan pasti. Cuma kalau mau, kamu harus tetap jalan." 

Ketika jadi passionpreneur di jalan profesional dan bisnis, tidak ada lagi yang namanya "kepastian". Semua penuh kemungkinan. Jadi, janganlah berharap selalu ada kepastian, tetapi persiapkan diri Anda untuk merasa dagdigdug dengan passion dan segudang rencana cadangan.

Itulah tujuh risiko yang akan Anda hadapi ketika Anda mau memulai membangun profesi baru, khususnya di jalur profesional mandiri dan bisnis. Kalau Anda mau jadi passionpreneurs, siapkan diri Anda untuk tujuh risiko ini!

Saya tidak bilang membangun profesi yang "gue banget" itu gampang. Namun, saya jamin, bila Anda melakukannya sesuaipassion dan menikmati prosesnya, perjalanan menuju sukses ini akan menyenangkan dan memberi makna!
Baca Selengkapnya →7 Risiko Membangun Profesi Baru

Laki-laki Dewasa Lebih Susah Makan Sayur Dibanding Anak-anak

Banyak orang, terutama anak-anak malas makan sayur dan buah karena rasanya tidak semenarik kue maupun makanan-makanan manis dan berlemak. Namun menurut survei, anak-anak masih lebih doyan sayur dan buah dibanding laki-laki dewasa.

Survei yang dilakukan di Inggris tersebut mengungkap anak-anak usia prasekolah mengonsumsi rata-rata 12 jenis sayur dan buah-buahan yang berbeda setiap harinya. Laki-laki dewasa lebih sedikit, hanya 50 persen dari angka pada anak-anak tersebut.

Begitu pun ketika dilihat dari porsi sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi. Minat kaum laki-laki dewasa terhadap sumber serat penting bagi tubuh itu cukup memprihatinkan, terlihat dari porsi rata-rata yang hanya sekitar 1,2 porsi setiap hari.

Para ilmuwan mengungkap hal itu setelah menanyai sejumlah ibu rumah tangga mengenai asupan sayur dan buah di keluarganya. Untuk anak, 85 persen ibu-ibu mengaku secara teratur menyiapkan menu sayur dan buah sedangkan untuk suaminya tidak sesering itu.

Namun 48 persen ibu rumah tangga mengaku harus menjalankan strategi 'curang' untuk memaksa anaknya makan sayur, yakni dengan menyamarkannya. Cara yang paling populer adalah menutupinya dengan keju atau krim, memasukkannya dalam sup atau diblender bersama smoothies.

"Makan sayur adalah bagian esensial dari kesehatan, diet seimbang dan jika para laki-laki tidak doyan maka tidak mengejutkan jika pasangannya juga akan melakukan cara curang untuk memaksanya," kata Guka Tavberidz yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (2/4/2013).

Survei yang didanai perusahaan makanan SaVse tersebut juga mengungkap jenis-jenis sayuran yang paling tidak disukai para laki-laki dewasa. Sayuran yang tidak disukai antara lain kubis, brokoli, Brussels Sprouts (Semacam kubnis tapi kecil), terong dan jamur.
Baca Selengkapnya →Laki-laki Dewasa Lebih Susah Makan Sayur Dibanding Anak-anak

Trik Mengatasinya anak tidak suka makan sayur


Anak tak peduli bahwa sayur dan buah adalah sumber makanan bergizi. Setahu mereka, rasanya tak enak atau bentuknya tak semenarik coklat maupun permen. Itulah sebabnya anak susah didorong untuk mengonsumsi sayuran.

"Perlu dipahami bahwa preferensi makanan seseorang itu terbentuk sejak kecil, dibiasakan oleh orang tua dari waktu ke waktu. Ketika ini sudah jadi pola makannya, mereka enjoy makan sehat, ada kemungkinan kebiasaan ini akan terbawa hingga besar," kata Dr Corinna Hawkes dari World Cancer Research Fund International.

Bahkan, lanjut Dr Hawkes, bukan tidak mungkin pola makan ini juga akan diturunkan ke anak cucunya kelak.

Namun Dr Hawkes memahami bahwa ada tantangan tersendiri untuk memperkenalkan sayur dan buah kepada anak. Untuk itu ia merekomendasikan trik lama, yakni dengan menyembunyikannya di dalam makanan.

Buah atau sayuran yang ingin diperkenalkan tinggal dipotong menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, kalau bisa dalam bentuk yang menarik.

Selain itu, usahakan agar potongan buah dan sayur ini dapat ditemukan oleh anak dengan mudah di manapun ia berada, semisal di rumah atau dijadikan bekal sekolah, sehingga ketika mereka butuh sesuatu untuk dimakan, pilihannya ada pada potongan buah dan sayur yang telah disediakan tadi.

"Peran orang tua di sini sangat penting, terutama sebagai role model. Guru juga, jadi kalau bisa orang tua dan guru membiasakan makan sehat di depan anak, ini akan mendorong mereka melakukan hal serupa," yakin Dr Hawkes seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (22/2/2015).

Pendapat serupa juga diungkapkan dokter pemerhati gaya hidup, dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt. Ia sepakat bila cara utama untuk 'memaksa' anak makan sehat adalah memberi contoh dan menyajikan buah maupun sayur dalam bentuk yang menarik perhatian anak.

"Selain itu, cekokin mereka dengan informasi akan pentingnya buah dan sayur. Misal buah dan sayur mengandung banyak serat, sehingga berfungsi untuk membantu pencernaan," imbuh dr Grace kepada detikHealth beberapa waktu lalu.


Baca jugaLaki-laki Dewasa Lebih Susah Makan Sayur Dibanding Anak-anak 
Baca Selengkapnya →Trik Mengatasinya anak tidak suka makan sayur
London, Anak tak peduli bahwa sayur dan buah adalah sumber makanan bergizi. Setahu mereka, rasanya tak enak atau bentuknya tak semenarik coklat maupun permen. Itulah sebabnya anak susah didorong untuk mengonsumsi sayuran.

Baca jugaLaki-laki Dewasa Lebih Susah Makan Sayur Dibanding Anak-anak 

"Perlu dipahami bahwa preferensi makanan seseorang itu terbentuk sejak kecil, dibiasakan oleh orang tua dari waktu ke waktu. Ketika ini sudah jadi pola makannya, mereka enjoy makan sehat, ada kemungkinan kebiasaan ini akan terbawa hingga besar," kata Dr Corinna Hawkes dari World Cancer Research Fund International.

Bahkan, lanjut Dr Hawkes, bukan tidak mungkin pola makan ini juga akan diturunkan ke anak cucunya kelak.

Namun Dr Hawkes memahami bahwa ada tantangan tersendiri untuk memperkenalkan sayur dan buah kepada anak. Untuk itu ia merekomendasikan trik lama, yakni dengan menyembunyikannya di dalam makanan.

Buah atau sayuran yang ingin diperkenalkan tinggal dipotong menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, kalau bisa dalam bentuk yang menarik.

Selain itu, usahakan agar potongan buah dan sayur ini dapat ditemukan oleh anak dengan mudah di manapun ia berada, semisal di rumah atau dijadikan bekal sekolah, sehingga ketika mereka butuh sesuatu untuk dimakan, pilihannya ada pada potongan buah dan sayur yang telah disediakan tadi.
Baca Selengkapnya